Rabu, 17 Agustus 2016

Departemen Profesi dan Keilmuan BEMJ & BEM Matematika UNJ



  Yeey. Sesuai dengan janji gue di pos sebelumnya, gue bakal cerita tentang departemen yang membersamai kehidupan kuliah gue 2 tahun belakangan ini. Departemen Profesi dan Keilmuan.

Keren gak sih namanya? Keren ya? Iya dong. Anggota departemen ini juga gak kalah kecenya. Dept Profeil di zaman BEMJ 2015-2016 ada Ka Ashadah, Ka Trias, Ka Ria, Ka Ulfah, Ka Lia, Ayu, Chindy, Devi, Eko, Kiki, Chandra dan Resti. Dept Profeil zaman BEM 2016-2017 ada Ayu, Chindy, Devi, Eko, Kiki, Resti, Abidah, Anisah, Firly, Istu, Karima, Media, Nadhifa, Rizki, Pajar, dan Yuni.

Cerita Dept Profeil zamannya Ka Ashadah dulu ya. Dept Profeil zaman Ka Ashadah itu asik. Zamannya gue jadi adik tingkat di Bem. Belajar tentang bem. Dan diajarin bahagia di dept profeil. Kenapa gue katakan gue bahagia? Gue bahagia karena dapet keluarga baru. Asik banget punya kadept yang kelakuannya mirip gue dan bisa saling bully membully wkwk.. Asik punya temen baru dari kelas yang berbeda, kelas PMR 14, yang mereka aktivis kelas kakap semua wkwk si Ayu, Chandra, Eko dan Resti. Asik bisa gabut eh maksudnya kerja bareng sama temen sekelas; yang satu otaknya encer banget cc Devi; yang satu public speaking, debat & diskusinya keren abis cc Chindy.

Di Profeil 2015-2016 kita, angkatan 14 belajar. Bukan cuma belajar menjadi EO sebuah acara, tapi belajar menjadi pribadi yang lebih dari sekedarn EO, tapi juga sebagai pribadi yang kudu memantaskan diri biar bisa diikuti sama orang yang kita harapkan bisa mengikuti ‘keilmiahan’ yang kita teriak-teriaki. Mau ngajak orang bikin PKM, KTI? Anak profeil kudu udah buat PKM dan KTI. Mau ngajak oarng bikin Esai? Anak profeil kudu udah buat esai. Mau ngajak anak orang ningkatin kemampuan bahasa inggrisnya? Anak profeil kudu lancar bahasa inggrisnya. Yha intinya memantaskan diri dan berbagi. Inilah profeil.

Kenapa gue bisa diterima di dept profeil dan diizinkan kerja bareng temen-temen yang luar biasa hebat dan aktifnya? Gue juga gatau kenapa. Semua ini mungkin berawal dari bualan gue saat wawancara, ‘alasan saya pokoknya saya suka nulis kak’. Tapi gak gue lanjutin kalimat itu, harusnya berlanjut gini, ‘alasan saya pokoknya saya suka nulis kak, nulis diary, curhatan pribadi, keluh kesah, kegundahan hati, cerita absurd, dan hal-hal gak penting lainnya. Heheh saya belum pernah nulis tulisan ilmiah kak.’ Mustinya kalo nulis gitu beloman pasti diterima di profeil ya. Karena banyak yang kece-kece dilempar ke dept lain, daku mah apa atuh, remah-remahan nabati ditaro di profeil hehe. Tapi selama bumi berputar, gue bakal selalu melangkah kok, melangkah untuk memantaskan diri hmm walau belum keliatan progressnya..

                Banyak deh kenangan di dept profeil ini. Mulai dari rapat hari sabtu. Rapat krik krik, rapat Chandra doang yg ngelawak, rapat malu-malu kuda nil, sampai rapat dalam diam hehehe. Pokoknya semua proker kami jalani dengan belajar dan bahagia mulai dari PPKI tahap 1 dan 2, Mathematics Olympiad Class 1&2, Pelangi Matematika, English Class, sampai Gelar Wicara Keprofesian full selama 1 periode kepengurusan.

                Seru? Seruuu. Asik? Asiiik. Tapi waktu terus berlalu memaksa kami menyudahi 1 periode dengan berat hati. Waktu itu, rapat kami ditutup dengan es krim party yuhuuu ditraktir es sama Ka Ashadah :3

                Periode baru, jadi kakak di profeil. Mulai dari rapat-rapat persiapan wawancara pendaftar profeil, wawancara, rapat pemilihan staff profeil, fiksasi, rapat perdana, rapat sambil ngerayain ulang tahun anggota baru profeil, makan sore di waroeng steak, jalan-jalan plus rapat di Kebun Raya Bogor. Wuihh asik bener deh profeil periode ini fun banget. Banyak main, banyak ketawa, banyak bercanda, tapi gak lupa akan keilmiahan dan amanah yang menunggu untuk ditunaikan.

                At last, semoga profeil periode ini makin kece. Gue sebagai kakak bisa jadi bener. Setidaknya kalo gabisa nyontohin jadi juara di lomba-lomba, setidaknya gue bisa jadi kakak yang baik dan perhatian ciee wkwk. Yaah selamat berproses adik-adik. Totalitas. Jangan lupa bahagia ya ;)

Bonus Pict.
Profeil 15-16 Abis Makan Eskrim~

Profeil 15-16 di Anjangsana Unpad

Foto perdana Profeil 2016-2017 setelah fiksasi BEM

Rapat + birthday party~

Profeil 16-17 Jalan-Jalan ke Kebun Raya Bogor

BEMJ dan BEM Matematika UNJ



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim..
Normal dikit ya. Mau cerita tentang organisasi tingkat jurusan di kampus gue, UNJ. Tahun ini adalah tahun kedua gue berkecimpung di BEM yang hanya diurus oleh mahasiswa matematika. Tahun pertama jadi staff, tahun kedua jadi staff ahli (gak ada bedanya padahal ckck). Gue berproses di Departemen Profesi dan Keilmuan. Tentang departemen profeil ini, lebih lanjutnya gue ceritakan di post selanjutnya ya.

Bicara tentang BEMJ dulu ya. Jadi kalo mau daftar BEMJ kudu ikut PKMJ dulu. Apa tuh PKMJ? PKMJ itu Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Jurusan. Semacam LDKS kalau di sekolah menengah. PKMJ itu melatih mahasiswa menjadi ‘pemimpin’, pemimpin diri sendiri maupun pemimpin di organisasi. Prinsip penempaan diri menjadi pemimpin di PKMJ ini bagi gue berbasis ‘mental attack’. Maksudnya disini mental lah yang diuji, gimana diri lo bisa kuat dan bergerak saat mental lo diteken dan dibuat down. Kalau kata orang sih yang begini macemnya itu namanya management conflict. Salah satu tujuannya biar si mahasiswa berani ‘ngomong’, ‘membela diri’, ‘mengakui kesalahan’, dan ‘sadar untuk memperbaiki diri’ dalam keadaan mentalnya dijatuhkan karena kesalahan yang diperbuatnya.

Ya memang banyak adegan marah-marah di PKMJ. Buat yang moody-an kayak gue rasanya pengen  berontak, kesel diperlakukan seakan manusia paling bersalah di dunia wkwk. Tapi dari situ gue sadar dan belajar banyak hal. Belajar arti kesabaran, kegigihan, keberanian mengakui kesalahan, bertindak bijaksana dan sesuai aturan, tepat waktu, dan sadar akan posisi gue sebagai mahasiswa yang bukan masih siswa yang cengeng lagi saat ngadepin masalah. PKMJ ini intinya menyiapkan kita menjadi pejuang BEM yang kuat dan tangguh menjalani kehidupan organisasi yang butuh akan sikap-sikap yang diharapkan terbentuk di PKMJ.

Setelah lulus PKMJ, dapet sertifikat, boleh deh daftar BEMJ. Pembukaan pendaftaran BEMJ itu awal semester 2, bulan Februari. Gue pilih Departemen Profesi dan Keilmuan di pilihan pertama dan Departemen Akademik di pilihan kedua. Lalu wawancara dan di dua pilihan itu dan diterima di pilihan pertama. Waktu itu fiksasi BEMJ juga ada management conflictnya. Pokoknya hidup gue penuh konflik deh kalau denger mau ada sesi management conflict wkwk.

Di BEMJ ini ada Ketum, Sekum, Bendum, Biro Kestari, Biro Enterpreneur, Departemen Akademik, Departemen Advokasi & Keolahragaan, Departemen Informasi & Komunikasi, Departemen Kaderisasi, Departemen Profesi dan Keilmuan, dan Departemen Rohani Islam.

Tiap departemen dan biro punya proker dan nonproker yang sasarannya untuk mahasiswa mtk, mahasiswa umum unj, mahasiswa se-Indonesia dan siswa se-Indonesia. Kepanitiaan tiap bulannya melimpah ruah untuk diikuti dan dijadikan ladang untuk pengembangan diri. Di zaman BEMJ 2015-2016 dan BEM 206-2017, anggota bem wajib daftar kepanitiaan atau hadir di acara yang diadain sama BEMJ. Toleransi gak hadir & gak ikut kepanitiaan itu 2x. Jadi ya cukup sibuk yaa buat yg totalitas banget..

Di BEMJ ini, gue belajar banyak hal. Belajar jadi sekretaris, bendahara, sie hpd, sie konsum di proker-proker departemen profeil. Belajar bikin soal olimpiade matematika SD. Belajar bikin soal kalkulus di lomba kalkulus nasional, calculus cup. Belajar jadi MC di English Class. Belajar bahagia dan menikmati arti kebersamaan dalam sebuah keluarga besar BEMJ Matematika 2015-2016.

Dengan jadi anggota BEMJ gue bisa kenal dunia luar unj. Bisa anjangsana ke unpad dan mengenal himatika unpad lebih dalam. Bisa ngawas olimpiade matematika yang diadain oleh ITS. Dan banyak hal lain yang bikin gue bahagiaaa hoho.

Lalu satu periode berakhir. Periode 2016-2017 mengharuskan angkatan 2014 menjadi kakak di BEMJ. But BEMJ harus berubah nama pada awal tahun 2016. Kenapa?

Jadi gini, sebelum negara api menyerang, di UNJ itu ada prodi, jurusan, fakultas. Tapi segalanya berubah sejak negara api menyerang. Jurusan dihilangkan, jadi hanya ada prodi lalu fakultas. Aneh ya? Iya aneh. Kalau dari segi namanya aja gak asik, kayak memisahkan yang seharusnya bersatu –hm uhukk. Yang tadinya ada jurusan matematika yang menaungi prodi pendidikan matematika, matematika dan sistem komputer, jadi ga ada nama pemersatu itu, ‘matematika’. Juga yang tadinya organisasi jurusan yang bernama BEMJ Matematika harus repot karena tidak adanya lagi jurusan. Harusnya BEMJ berubah menjadi Bem Prodi tapi karena sulit untuk menyiapkan semuanya dalam waktu yang singkat, maka BEMJ Matematika menjadi bem ‘rumpun’, BEM Matematika yang merupakan transisi menuju BEM Prodi.

Intinya sih sama aja, masih BEM yang isinya anak matematika. Cuma disini massanya lebih banyak karena kita menyiapkan bem prodi untuk tahun depan. Proker-proker juga mulai dipisah berdasarkan prodi. Ya kita lihat saja tahun depan. Semoga tahun depan semuanya sudah siap dan ikhlas menjadi bem prodi. Bem Pend Matematika, Bem Matematika, dan Bem Sistem Komputer.

Yuhu. Udah dulu ya. Terima kasih sudah membaca. Maaf tulisannya rada gak nyatu gitu rasanya. Karena ngetiknya misah-misah dan buru-buru. Hehe.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bonus Pict.
Panitia OMITS ITS & BEMJ MTK UNJ


Pejuang BEMJ MTK UNJ Angkatan 2014

BEMJ MTK UNJ Anjangsana Ke Unpad

Famday BEM MTK 2016-2017 @Tugu Proklamasi

Selasa, 09 Agustus 2016

Dibaca Nyesel


22 Agustus 2012
Disini, gue ingin memperkenalkan diri, nama gue Kiki Rizkiyah, lahir 9 Januari 1996, anak ke 9 dari 10 bersaudara ;D
Kiki itu kalo di bahasa arab sih gak ada artinya, kalo Rizkiyah? artinya banyak rezeki. Harapan ortu gue biar gue banyak rezeki, aamiin.

Nama asli sih Kiki, tapi banyak penyimpangan nama yang terjadi pada nama gue. Mulai dari kikoy, kici, kaki, kicoy, dan masih banyak lagi.. Mau tau kepanjangan kici gak? Kici itu Kiki Cicak. Kenapa cicak? Karena Tatang seekor nyamuk. Gak ngerti kan? Gue juga....

Gue.... Banyak yang bilang tampang gue itu datar.. Teman, please tampang itu yang nyiptain Allah kan yah, bagi gue sih emang susah membuat tampang gue ini biar gak flat, nyengir pun susah buat gue, sehingga mungkin orang yang sekilas melihat wajah gue ini merasa angker.. Hellooo tapi lo belom tau gue, gue aslinya rada miring, otak gue suka gabisa dikontrol.. Kadang malah kaya orang gila gue. (Edit: Ohiya dulu pas semester 3 gue sudah sukses menerbitkan seri komikomukiki yang meledak karena ditolak pasaran wkwkwk).

(Bonus pict Komikomukiki)
Yha ginidah kalo uda stress muka dan otak gasinkron ck

Gue ini males yang namanya teriak-teriakan, lenjeh-lenjehan, caper-caperan, malah ampe ada guru gue yang bilang "ki kamu itu pinter, cuma kamu terlalu pemalu... liat noh si ****** dia orangnya aktif, dan gak malu-malu. kamu sedikit 'centil' laah depan cowok......" heyaa gue disuruh centil.. gue itu terkena sindrom takut pria apalagi cowok ganteng! Gue ngeliatnya aja speechless apalagi nyapa dan ngobrol. Takut laaah :O jadii gue selalu buang muka tiap ketemu cowok dan gue jadi disangka "jutek":D gue pernah diledekin sama temen gue cowok gini "emang orang jutek kaya lu diterima masuk sekolah itu ki" wuelaah sebegitu juteknya kah guee,  mau sih berubah jadi orang ceria gitu, hmm doain aja dah hehe.

***
9 Agustus 2016
Yaap alay memang tulisan di atas. Tapi tulisan di bawah ini gak akan kalah alay kok :) wkwk dilanjut yhaa..

4 tahun berlalu, apakah gue masih kiki yang dulu? Ya masih lah, paling bedanya sekarang udah tua aja, udah 20 tahun 7 bulan huhuhu perasaan baru kemaren dah numbuh gigi seri ckck.

Masih Kiki yang biasa.

Yang gajelas.

Suka bengong.

Stalker.

Penikmat musik.

Pengagum senja.

Pecinta hujan.
Pengamat kamu yang gak pernah peka sama aku...hiks wk

Akhir-akhir ini gue sedih karena umur 20 tahun ini.
20 tahun kok belom jadi apa-apa?

20 tahun kok masih berasa bocah?

Gue tersentil gini karena gue abis baca novel Ketika Cinta Bertasbih dan abis nonton filmnya juga. Sebenernya nonton film dan baca novelnya (sebagian) mah udah dulu tahun 2010 tapi ya kayak gatau aja otak kalo kebanyakan bikin dosa jadi cepet lupa. Huhu astaghfirullah.. Stalking kemudian kesentil karena si Oki Setiana Dewi sama yang jadi Azzam itu pas shooting KCB umur mereka baru 20 tahun dan mereka kece banget.

Ya intinya dari situ jadi pengen doa terus, “Ya Allah, pesen satu dong yang kayak Mas Azzam. Ya Allah, kapan ya Kiki bisa jadi kayak Anna Altofunnisa? Ya Allah mau dong sukses kayak merekaa” Weqq dalam mimpi~ tapi kalo doa mah haknya manusia ya.. Kalo kabulinnya haknya Allah. Gue sih tipe orang yang kalo doa itu maksa, maksa maksudnya udah yakin aja kalo doa gue bakal dikabulin. Abis masa manusia suudzon sama Allah? Harus husnudzon lah, kan Allah Maha Baik, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, pasti Allah akan menyayangi hamba-Nya, apalagi kalo hamba-Nya khusyu dan ikhlas dalam berdoa. Sering sholawatan sama yakin doanya dikabulin sih kalo kata ustadz Yusuf Mansur mah hehe.

Gak tau kenapa gue jadi orang itu melankolis banget. Dikit-dikit sedih, galau, mungkin ini efek sedikit baca Qur’an, shalat kurang khusyu dan jarang curhat sama Allah ya.. Hmm iya dikit-dikit galau. Mungkin juga karena kebanyakan mikirin kamu, eh maksudnya kebanyakan baca novel berisi cerpen-cerpen galau kayak sepotong hati yang barunya tere liye, diary cinta ukhti sally, rectoverso hmm ditambah dibikin galau sama kamu. Iya kamu. Ck. Padahal dulu sukanya baca yang humoor kayak Raditya Dika. Sekarang malah suka yang galau dan yang berbau mistis hihihi~

Gue mahasiswi biasa. Mahasiswi UNJ azzeq. Saat ini ikut organisasi tingkat jurusan sama fakultas aja. Buat yang tingkat univ udah 2 kali kabur hehe. Yaa labil maksimal dah ya gue. Kayak belum nemu yang pas aja. Nemuin organisasi kayak nemuin kamu, sekalinya aku yang pas eh kamunya gak pas...... wkwk.

Gue suka nyanyi. Bododeh suara gue kagak enak kek. Saat ini gue suka batss sama Demi Lovato. Kalo kata orang-orang sih Demi itu hatam bener dah teknik bernyanyi. Mungkin doi penyanyi dengan teknik bernyanyi yang terbaik –menurut gue-. Yha gitudah. Gue sering ngerekam suara gue gitu diiringin instrumental. Fals sih tapi tetep 11 12 dah sama Acha Septriasa sama Demi Lovato. Hmm iyain aja dah iyain. Kadang kalo iseng gue upload di soundcloud juga. Jangan iseng-iseng searching yaa, nanti jatuh chintaa wkwk. Dulu sih pas uprak seni budaya udah kayak Indonesian Idol gitudeh dikasih tantangan 'Siapa yang berani nyanyi Christina Aguilera - hurt, bakal Bapak kasih nilai 90'. Lah gue iseng bae latihan nyanyi trus nyanyi dah. Ck pada langsung sakit telinga pas gue nyanyi. Trus diminta nyanyi sampe 3 kali pada hari itu dengan audience yg lebih banyak. Abis itu dikasih nilai 98. Ga ngerti. Padahal pada sakit telinga. Keesokan harinya diminta nyanyi lagi di kelas yang berbeda, nyanyi pas perpisahan sekolah hmm ga ngerti lagi kok pada ga sayang sama gendang telinga ya..

Hmm apalagi ya. Gue keluarga besar tapi sekarang gak sebesar dulu karena udah gak ada bapak, yang nikah udah 4, semua kakak dan adik gue kerja, tinggal gue yang masih kuliah, makanya kalo siang ibu gue sendirian di rumah hmm makanya gue suka pulang cepet hehe tapi boong. Dan karena kakak gw kerja, jadilah semua kerjaan rumah mulai dari masak air, masak nasi, nyapu, ngepel, nyuci piring, nyuci baju, dan semua kerjaan rumah dikerjakan oleh Ibu dan anaknya yang cantik –Kiki- huekkk. Kakak ipar gue ada 4. Ponakan gue ada 8. Jangan tanya bakal berapa banyak ponakan gue kalo nanti kakak gue udah nikah semua haha abis lah gue diminta jagain ponakan-ponakan gemesh itu wk.

Prestasi? Hmm akumah apa atuh cuma bisa jadi bintang nomor satu di hati kamu #eaaak

Karya? Aku belum punya karya. Paling karya terindahku yaa mencintai kamu dalam diam wkwk

Hmm udah kali ya. Bonus pict foto keluarga pas lebaran, foto gue sama ibu, foto sama hello kitty dan naily kamis lalu, dan foto ponakan-ponakan gue yang gakalah ucul sama ncingnya hmm.










Maaf ya yu kepanjangan, sengaja sih yu biar ayu PR baca blog kiki yang emang isinya curhatan gajelas^^

Minggu, 05 Juni 2016

Tolonglah Saudaramu, Allah Pasti Menolongmu



Allahu Akbar. Rasa tolong menolong sesama pengendara motor yang sangat luar biasa..

Saya baru merasakan hal ini kemarin.
Kemarin pagi, Sabtu (4/6/16), di jalanan sebelum lampu merah pasaraya manggarai, saya mendengar bunyi yang keras sekali. Saya kira itu bunyi truk yg lewat di sebelah saya, tapi ketika truk sudah menjauh bunyinya masih terdengar keras. Saya baru sadar bunyi keras itu adalah bunyi motor saya saat motor saya perlahan berhenti dan akhirnya berhenti sempurna.

Saya panik. Gas masih menyala, bensin masih full, tapi ban motor tak ada yg mau bergerak. Sekeras apapun saya menarik gas motor, sia-sia, yg ada hanya bunyi gas motor yang meraung-raung lemah.

Saya memasang sen kiri di depan marka P dicoret. Saya tau itu tidak boleh tapi saya teruskan saja, saya harus menghubungi saudara di rumah. Semua orang di rumah yang saya hubungi tidak merespon. Bbm ceklis 1,  telpon mati semua. Akhirnya saya mendorong motor saya, mendorong ke depan, dimana saya tidak akan menjumpai bengkel sejauh manapun saya mendorong ke jalan yang biasa saya lalui.

Saya terus mendorong motor di sisi motor dan mobil yang saling berebutan jalan dan mereka sesekali mengklakson saya karena mendorong motor dengan lemah dan menutupi jalan mereka. Saya terus mendorong sampai tangan saya mulai melemah, sambil berdoa pada Allah agar Ia memberikan pertolongan pada saya. Saya yakin akan hal itu.

Beberapa lama kemudian ada bapak sekitar usia 35an yang memanggil saya dari belakang, "Mba, mba motornya kenapa? Ke depan, Mbak pinggirin". Bapak itu menstandar diri kan motor saya, mengecek bensin, lalu mencoba menggas sekuat tenaga tapi ban motor saya tidak kunjung berputar.

"Wah mbak ini kayaknya penbelnya putus nih. Ke bengkel ini harusnya. Bengkel dimana ya. Hmm. Jauh. Ada disana di deket tempat kerja saya. Mbak bisa kan naik motor Nanti motornya saya dorong dari belakang pake kaki"

Akhirnya Bapak Penolong itu mendorong motor saya. Dengan bahasa slang yang saya kenal dengan 'stut'.

Saya belum pernah didorong seperti ini. Banyak hal lucu dan bodoh yang saya lakukan selama motor saya didorong oleh bapak itu. Saya tidak bisa mengarahkan motor saya lah, belok kanan kiri sesuka hati sampai mau tertabrak lah, sehingga membuat bapak itu geleng-geleng dan kesal mungkin karena ke-telmi-an dan ke-oon-an saya.

Bapak penolong sangat luar biasa. Ia harus sering berpindah posisi di kanan kiri saya untuk mendorong. Saya tau bapak itu lelah sekali karena jalanan untuk menemui bengkel yang sudah buka pukul setengah 8 itu jauh sekali. Mungkin sejauh 2 km lebih aksi dorong-dorongan itu. Hingga akhirnya kami bertemu bengkel yang sudah buka. Dan bapak itu dengan sigapnya memberitahu kondisi motor saya dan mengingatkan saya agar menelepon saudara di rumah sebelum bapak itu pamit pergi ke tempat kerjanya. Bapak itu terlihat tergesa-gesa karena mungkin ia sudah sangat telat ke tempat kerja karena membantu saya yang menghabiskan waktu hampir 30 menit lamanya.

Lalu abang bengkelnya membuka motor saya, dan memberitahu bahwa penbelnya alias rantai karet motor saya putus dan harus diganti. Ia memberitahu harga penbel original 130rb. Saya panik karena tadi pagi saya iseng sekali mengeluarkan uang dari dompet sehingga uang hanya tersisa 60rb di dompet saya.

Saya menelpon orang rumah untuk mengirimkan uang tapi respon mereka begitu lama. Akhirnya saya jujur ke abang bengkel kalau saya hanya punya uang 60rb. Abang bengkelnya iba, akhirnya ia mencarikan penbel bekas dan memasangnya pada motor saya dengan harga 60rb yang abangnya dan adik saya akui itu adalah harga 'menolong' karena seharusnya harganya tidak semurah itu.. Akhirnya motor saya bisa menyala dengan ban yang bisa berputar. Rasanya saya ingin langsung menangis tapi saya tahan karena banyak orang di bengkel itu. Mereka mungkin kasihan pada saya karena sejak saya datang, muka saya memerah, cemas dan sedih karena ingin menangis..Setelah berterima kasih pada abangnya, saya pamit pergi.

Langsung saya menutup helm saya yang berwarna hitam dan menangis sejadi-jadinya. Saya menangis bukan karena sedih motor mogok dalam keadaan sedang sendiri dan tak membawa uang. Saya menangis karena saya tak kuasa memikirkan Maha Pengasihnya Allah pada diri saya.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan? Ia memberimu pertolongan dalam ujian yang ia berikan. Ia menggerakkan hati Bapak Penolong itu untuk membantumu. Membantu orang yang tak bapak itu kenal. Mengorbankan tenaga dan waktu meski ia tahu yang akan ia dapatkan di akhir hanya kata 'terima kasih', bukan uang lima puluh ribuan bahkan uang berwarna merah terang. Membantu tanpa pamrih. Membantu dengan ikhlas. Membantu saudaranya yang kesusahan. Ya Allah, saya sedih karena saya sendiri masih enggan menolong orang. Saat melihat orang yang kesusahan saya masih belum peka membantu sedang engkau masih sedia membawakan bala bantuan melalui Bapak Penolong itu. Saya hanya bisa mendoakan Bapak penolong itu agar Allah membalasnya dengan kebaikan yang paling baik di dunia dan di akhirat. Berikan bapak itu pahala yang engkau ridhoi karena mengamalkan perintah-Mu tentang ta'awun, tolong menolong, Ya Allah.. Semoga bapak itu selalu dalam penjagaan-Mu dalam setiap langkahnya, Ya Allah.. Aamiin..

Hikmah yang bisa saya petik dari kejadian luar biasa kemarin:
  1. Tolonglah saudaramu, maka Allah akan menolongmu
  2. Sesungguhnya setiap kesulitan ada kemudahan. Maka bersabarlah. Sesungguhnya Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuanmu.
  3. Sesungguhnya kebaikan sebesar biji zarrahpun akan Allah perhitungkan. Maka mengapa harus enggan membantu dalam kebaikan?
  4. Kita tidak tahu amalan atau perbuatan apakah yang dapat menghantarkan kita pada syurga. Maka berlakubaiklah. Siapa tau doa orang yang sedang Allah uji dapat menghantarkanmu pada syurga-Nya.
  5. Hidup ini bukan segalanya untuk diri sendiri. Korbankanlah kepentingan diri bila kepentingan orang lain lebih penting dari kepentingamu. Jangan egois.
  6. Senantiasa mengingat Allah dalam setiap langkah agar apapun yang terjadi pada kita senantiasa berada dalam naungan-Nya.

"Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan"
Insya Allah sehabis Allah mengingatkan saya untuk peka pada lingkungan dan hikmah tolong-menolong, saya akan berusaha meringkankan tangan, kaki, lisan dan seluruh anggota tubuh dan semua yang saya punya untuk menolong orang lain. Menolong saudara yang kesusahan. Menolong mereka yang butuh bantuan..
Allahu Akbar!

ESSAY PENGAJAR SBMPTN KSE UNJ

Pendidikan itu mahal. Sekolah negeri, meski sudah digratiskan biaya operasionalnya, masih merupakan beban yang sulit dipikul bagi segol...